Sore di sebuah ATM

Sore itu, suasana cukup lengang di sebuah kota yang mulai macet. Sebuah simbol kalau itu kota besar. Aku masih sibuk dengan perkerjaan yang tidak kunjung selesai. Semua kerjaan menumpuk karena Akhir tahun banyak laporan yang harus diselesaikan. Acara-acara rutin beberapa harus absen karena kesibukan ini memaksa untuk lembur.

Jam di dinding mulai bergerak dengan cepat... "ah ini memang tidak bisa kelar hari ini" pikirku... Satu per satu penghuni kantor mulai sepi. Suara-suara langkah kaki perlahan mulai menghilang, tanda semua orang sudah keluar. Aku masih  belum mau menyerah dengan perkerjaannya hingga... aku teringat jam 6 nanti ada janjian yang tidak bisa ditinggal.

Setelah menghabiskan kopi di meja aku pun langsung menuju ke tempat parkir. Masih ada beberapa kendaraan yang terparkir di sana, nampaknya memang tidak hanya aku aja yang lembur sore itu. 
Motor aku hidupin,..baru teringat sesuatu lagi, melihat indikator bensin yang sudah hampir merah mengingatkan dompet yang juga kosong. Ah nanti mampir ATM, pikirku lagi.

Tidak seperti biasa di depan ATM sepi, tidak ada satupun orang yang antri... ada dua mesin di dalam ruang ATM Satu dengan pecahan 100ribuan dan satunya lagi 50ribuan. Sayang aku pengen yang 100an ribu. Tak lama ada mbak-mbak dateng. Sambil basa-basi, "itu yang sebelah kosong" kataku, " ga' nanti aja" kata dia. Oh mau yang 100ribuan juga pikirku. Pintu ATM dibuka dari dalam, dan aku segera masuk untuk mengambil duit bensin...

Sebentar saja aku di dalam karena hanya ambil duit beberapa lembar saja. Aku langsung keluar karena takut kehabisan waktu ke tempat janjian. Nampaknya mbak-mbak yang tadi masih juga menunggu ATM kosong. Aku langsung saja pergi meninggalkan ATM sampai... Ahhhh.... lupa kartunya ketinggalan...

Terpaksa harus balik lagi dan mencarinya... dan loh... kok mbaknya di pecahan yang 50ribu... padahal, aku tadi pakai yang 100ribuan kok dia nggak pake aja, kan kosong ! oh ya... ini yang aku lupa. Model cewek kayak gini emang gitu hehe... mana mau dia satu bilik sama cowok, bener-bener istimewa. Dan sebelum pintu aku buka dia malah buka duluan sambil menyerahkan kartu milikku. Tanpa berkata apapun dengan sedikit menunduk !... aku hanya bilang terima kasih lalu segera pergi sambil tersenyum... dalam hatiku hanya ada satu pertanyaan... "gimana aku bisa mengenalnya" hehehe...

Postingan terkait:

2 Tanggapan untuk " Sore di sebuah ATM "

  1. Bagus... sepertinya ceritanya menghayati banget.. pasti pengalaman pribadi ini..

    ReplyDelete
    Replies
    1. masnya bisa aja,... sini bagi ceritanya mas...

      Delete