Makalah Pengintegrasian

INTISARI
Pengintegrasian merupakan sebuah kegiatan yang harus dilakukan saat ini, karena banyaknya unsur dalam sebuah organisasi atau sebuah perusahaan. Keselarasan antara kepentingan perusahaan dan karyawan sehingga tercipta suatu kerjasama yang selaras dan serasi demi untuk mencapai tujuan bersama.
Karyawan dan perusahaan adalah dua pihak yang mempunyai kepentingan yang relatif berbeda. Dalam mengejar keuntungan perusahaan, tak jarang pihak manajemen mengabaikan apa yang menjadi hak karyawan. Karenanya sering terjadi kesalahpahaman antar kedua pihak yang menyebabkan konflik yang berujung hilangnya loyalitas karyawan kepada perusahaan. Dan hal ini bisa berujung pada menurunnya keuntungan perusahaan sendiri.
Kerja keras dan partisipasi aktif dari karyawan sangat dibutuhkan demi tercapainya tujuan perusahaan dan juga terpenuhinya kebutuhan karyawan. Ini hanya bisa dicapai ketika karyawan mempunyai sikap yang loyal kepada perusahaan.
            Oleh karena itu perlu dilakukan langkah-langkah untuk mengatasi masalah yang berkaitan dengan hubungan karyawan dan perusahaan.Untuk melaksanakannya diperlukan metode-metode yang membuat usaha itu menjadi lebih efektif.


BAB I
PENDAHULUAN
1.1. Kata Pengantar
Perkembangan teknologi dan informasi sangat berpengaruh kepada kebijakan-kebijakan perusahaan. Dalam rangka mencapai target-target bisnis perusahaan melakukan beberapa strategi dan inovasi. Tekonologi diterapkan dalam bidang-bidang dalam perusahaan. Fungsi karyawan pada akhirnya sedikit bergeser dan tak jarang tergantikan dengan adanya teknologi.
Kebutuhan akan karyawan pada akhirya mengalami perubahan demi menghadapi ketatnya persaingan pasar. Kemampuan Sumber Daya Manusia (SDM) sangat diperlukan untuk mengahadapi semua perubahan ini. Akan tetapi tidak dapat dipungkiri bahwa kualitas SDM yang ada masih sulit untuk beradaptasi dengan kemajuan teknologi yang berjalan dengan cepatnya.
SDM yang tidak mampu beradaptasi dengan kemajuan teknlogi kemudian tersingkir. Mereka ini adalah yang tidak bisa bertahan, sebagian yang bertahan kemudian cenderung bersikap kurang baik dan mengalami penurunan kinerja. Di sisi lain pihak perusahaan juga kurang aktif melakukan komunikasi dengan para karyawannya, sebagai akibat dari kebiasaan penggunaan teknologi. Perusahaan melihat karyawan hanya sebagai sebuah faktor produksi semata seperti mesin, modal atau bahan baku.
Akibat yang terjadi adalah semakin menurunya loyalitas karyawan kepada perusahaan. Kedisiplinan menjadi suatu indikator keloyalan terhadap perusahaan. Dan hal ini berujung pada tidak terpenuhinya target perusahaan. Kemudian ketika target perusahaan tidak terpenuhi, perusahaan juga akan kesulitan untuk memenuhi hak-hak karyawan. Semua ini terjadi karena tidak adanya keselarasan dan kerjasama dalam perusahaan.
Karyawan adalah makhluk yang mempunyai pikiran dan yang terpenting adalah perasaan. Tentu saja, manusia mempunyai motif yang beragam dalam hidupnya. Motif ini yang mendorong orang untuk bekerja, seperti mencukupi kebutuhan baik rohani maupun fisik. Di sisi lain, perusahaan juga mempunyai tujuan yang tentu saja untuk meraih keuntungan. Karena itu peran pengintegrasian sebagai cara untuk menyatukan keinginan karyawan dan tujuan perusahaan sangat diperlukan.

1.2. Rumusan Masalah
Dari uraian di atas maka penulis merumuskan masalah sebagai berikut :
1.      Apa Pengertian Pengintegrasian
2.      Apa Pentingnya Pengintegrasian
3.      Apa  Tujuan Pengintegrasian
4.      Apa Metode Yang digunakan dalam Pengintegrasian
1.3. Tujuan Penulisan
1.      Untuk mengetahui pengertian Pengintegrasian
2.      Untuk Megetahui pentingnya Pengintegrasian
3.      Untuk mengetahui Tujuan dari Pengintegrasian
4.      Untuk mengetahui metode yang digunakan dalam pengintegrasian



BAB II
PEMBAHASAN
2.1. Pengertian Pengintegrasian
Pengintegrasian berasal dari kata integrasi yang merupakan kata serapan dari Bahasa Inggris “Integration”. Di dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia kata ini diartikan : “pembauran hingga menjadi kesatuan yang utuh atau bulat”. Pengintegrasian bisa diartikan sebagai suatu usaha untuk menjadikan sesuatu menjadi sebuah kesatuan utuh atau bulat. Pengintegrasian meliputi usaha untuk menciptakan kondisi integrasi atau persamaan kepentingan antara karyawan dengan perusahaan.

2.2. Pentingnya Pengintegrasian
Penyebab utama masalah yang sering terjadi dalam pada karyawan dan perusahaan adalah perbedaan kepentingan. Karyawan dengan motif pribadinya dan perusahaan dengan tujuan perusahaan yang harus dicapai. Tak jarang karena hal ini sering terjadi kesalahpahaman di kedua belah pihak.
Karyawan juga sering merasa diperlakukan secara kurang manusiawi. Sebagai contoh perusahaan menambah jam kerja tanpa diimbangi dengan kenaikan gaji. Dan akibatnya terjadi pemogokan kerja dan perusahaan ikut merasakan akibatnya karena tujuan perusahaan tidak terpenuhi.
Untuk memenuhi tujuan perusahaan maka loyalitas karyawan sangat diperlukan agar produksifitasnya meningkat. Perusahaan harus mampu untuk mengetahui motif-motif setiap karyawannya kemudian mempengaruhi karyawan agar mau berkerja lebih giat. Dan pengintegrasian menjadi penting untuk mencapai tujuan perusahaan.  
2.3.  Tujuan Pengintegrasian
Tujuan pengintegrasian adalah memanfaatkan karyawan agar mereka bersedia bekerja keras dan berpartisipasi aktif dalam menunjang tercapainya tujuan perusahaan serta terpenuhinya kebutuhan karyawan. Dengan tercapainya tujuan dari organisasi, perusahan akan mendapatkan laba yang besar dan terpenuhinya kebutuhan karyawan dalam perusahan itu maka loyalitas karyawan akan tercipta. Prinsip pengintegrasian adalah menciptakan kerjasama yang baik dan saling menguntungkan.
2.4.  Metode Pengintegrasian
Dalam melaksanakan Pengintegrasian manajer bisa menerapakan beberapa metode. Metode ini adalah sebuah cara pendekatan pemecahan masalah berdasar ilmu pengetahuan. Ada 5 (lima) metode yang dapat digunakan
Metode-metode itu diantaranya adalah :
a.       Hubungan antar Manusia (human Relations)
Metode ini menggunakan keharmonisan hubungan manusia untuk meleburkan keinginan pribadi demi tercapainya kepentingan bersama. Tujuannya tentu untuk menghasilkan integrasi yang kokoh. Dalam menerapkan ini, pimpinan harus menguasai ketrampilan komunikasi yang baik, penguasaan ilmu-ilmu sosial seperti: psikologi, sosiologi, antropologi dan etologi. Semua itu sebagai alat untuk memahami kepribadian dan perilaku karyawannya.
b.      Motivasi
Motivasi berasal dai kata latin movere yang berarti dorongan atau menggerakkan. Metode ini adalah metode dengan memberikan dorongan kepada karyawan dengan menguatkan motif pribadi demi keuntungan perusahaan.
Motivasi adalah dorongan yang timbul pada diri seseorang secara sadar atau tidak sadar untuk melakukan suatu tindakan dng tujuan tertentu. Adapun tujuan motivasi antara lain sebagai berikut : (1)Mempertahankan kestabilan karyawan perusahaan, (2) Meningkatkan kedisiplinan karyawan. (3)Mengefektifkan pengadaan karyawan. (4) Menciptakan suasana dan hubungan kerja yang baik. (5) Meningkatkan loyalitas, kreativitas dan partisipasi karyawan. (6) Meningkatkan tingkat kesejateraan karyawan. (7)  Mempertinggi rasa tanggung jawab karyawan terhadp tugas-tugasnya


c.       Kepemimpinan
Kepemimpinan (leadership) yang diterapkan oleh seorang manajer dalam organisasi dapat menciptakan integrasi yang serasi dan mendorong gairah kerja karyawan untuk mencapai sasaran yang maksimal. Dalam pelaksanaan kepemimpinannya, cenderung menumbuhkan kepercayaan, partisipasi, loyalitas dan internal motivasi para bawahan dengan cara persuasif. Semua ini akan diperoleh karena kecakapan, kemapuan, dan perilakunya.
Pemimpin merupakan seseorang yang mempergunakan wewenang dan kepemimpinannya untuk mengarahkan bawahan agar mengerjakan sebagian pekerjaan dalam mencapai tujuan organisasi. Leader adalah seorang pemimpin yang mempunyai sifat-sifat kepemimpinan dan kewibawaan (personal authority). Falsafah kepemimpinannya yaitu bahwa pemimpin adalah untuk bawahan dan milik bawahan.
Ada beberapa gaya/tipe dari kepemimpinan adalah sebagai berikut :
1.      Kepemimpinan otoriter
Ini adalah model kepemimpinan setralisasi dimana wewenang, pengambilan keputusan mutlak menjadi milik pimpinan. Model seperti ini kurang begitu disukai oleh para bawahan, karena bawahan merasa kurang bebas dan ekspresif
2.      Kemepemimpinan partisipatif
Menciptakan kerjasama yang serasi adalah ciri dari kepemimpinan ini. pemimpin banyak memotivasi bawahan dan terkesan akrap.
3.      Kepemimpinan Delegatif
Pimpinan mendelegasikan wewenang kepada bawahan. Pemimpin menyerahkan sepenuhnya cara-cara untuk menyelesaikan tugas yang telah didelegasikan
4.      Kepemimpinan Situasional
Kepemimpinan situasional dikembangkan oleh Paul Hersey dan Kenneth H. Blanchard pada tahun 1960. Model ini mengacu pada pendekatan teori situasional yang menekankan perilaku pemimpin dan merupakan model praktis yang dapat digunakan manajer, tenaga pemasaran, guru, atau orangtua untuk membuat keputusan dari waktu ke waktu secara efektif dalam rangka mempengaruhi orang lain.
Fokus pendekatan situasional terhadap kepemimpinan terletak pada perilaku yang diobservasi atau perilaku nyata yang terlihat, bukan pada kemampuan atau potensi kepemimpinan yang dibawa sejak lahir. Jadi, penekanan pendekatan situasional adalah pada perilaku pemimpin dan anggota/pengikut dalam kelompok dan situasi yang variatif. Menurut kepemimpinan situasional, tidak ada satupun cara yang terbaik untuk mempengaruhi orang lain. Gaya kepemimpinan mana yang harus digunakan terhadap individu atau kelompok tergantung pada tingkat kesiapan orang yang akan dipengaruhi.

d.      Kesepakatan Kerja Bersama
Kesepakatan Kerja Bersama ( KKB) diwujudkan dengan adanya musyawaran antara pihak perusahaan dan karyawan (serikat pekerja/buruh). Dengan ini masalah-masalah antara perusahaan dan buruh diharapkan dapat teratasi. Kerjasama juga terbina dengan baik dan mengatasi sega konflik yang ada. Peranan serikat pekerja menjadi sangat penting dalam metode ini sebagai penghubung antara karyawan dan perusahaan.

e.       Collective Bargaining
Ini merupakan adanya perundingan antara pimpinan perusahaan dengan pimpinan serikat buruh (karyawan) dengan menetapkan keputusan-keputusan yang menyangkut kepentingan perusahaan dan kebutuhan buruh. Hal ini dilakukan untuk menciptakan integrasi yang harmonis antara karyawan dan perusahaan.
Ini meman terlihat mirip dengan Kesepakatan Kerja Bersama (KKB) namun sebenernya antara Collective Bargaining dan KKB mempunyai perbedaan. Collective Bargaining didasarkan pada perundingan, yang mana ini sangat tergantung pada kekuatan. Sedangkan pada Kesepakatan kerjas bersama mendasarkan pada adanya mufakat. 

BAB III
PENUTUP

3.1. Kesimpulan
Pengintergrasian adalah suatu kegiatan yang menyelaraskan antara kepentingan karyawan dan keingingan perusahaan. Sehingga akan tercipta kerjasama yang akan menguntungkan dari kedua pihak.
Agar tercipta kerja sama yang baik pihak perusahaan harus mampu mengaspirasi keinginan karyawanannya. Dan juga dari pihak karyawan juga harus menyadari bahwa apa yang menjadi tujuannya baik itu rohani ataupun jasmani hanya bisa tercapai jika tujuan perusahaan tercapai.
Untuk menciptakan integrasi yang baik dapat dilakukan dengan human relations, motivasi, kepemimpinan, Kesepakatan Kerja Bersama (KKB), dan juga Collective Bargaining melalui peranan komunikasi dua arah.
Jika integrasi dalam perusahaan dapat tercipta dan terbina dengan baik, maka semangat kerja, loyalitas, serta partisipasi karyawan akan meningkat, sehingga tujuan optimal perusahaan dan kepuasan semua pihak akan tercapai secara efektif dan efisien.

3.2. SARAN
Pengintegrasian merupakan sebuah kegiatan manajemen yang sulit, dan sangat komplek. Ini dikarenakan adanya motif, latar belakang dan juga minat  yang sangat beragam dari para karyawan. Untuk mencapai sasaran yang tepat penulis menyarankan untuk melakukan observasi yang mendalam terlebih dahulu. Pendekatan personal sangat baik dilakukan untuk perusahaan dengan level menengah.




DAFTAR PUSTAKA

“arti kata integrasi”, http://www.kbbi.web.id
“Integrasi Dalam Perusahaan”, https://prezi.com/7iqu561jfnsd/integrasi-dalam-perusahaan/


Postingan terkait:

Belum ada tanggapan untuk " Makalah Pengintegrasian "

Post a Comment